Lompat ke konten

Tentang Zulfadhli Ashari

Think clearly. Build smart. Stay human.

Dengan latar belakang kuat sebagai digital marketer, solopreneur, dan pendiri komunitas 30.000+ member, saya merancang Heyzul.id untuk membantu menciptakan konten berkualitas tinggi dengan pendekatan berbagi pengetahuan dan membantu orang lain.

Zulfadhli Ashari bekerja menggunakan laptop di tepi kolam

Semua berawal dari warnet.

Semua berawal dari sebuah warnet kecil di tahun 2010. Waktu itu, akses internet masih mahal dan smartphone barang mewah. Satu-satunya cara belajar dari Google adalah datang ke warnet. Karena tidak sanggup bayar sewa komputer tiap hari, saya melamar jadi operator warnet dengan gaji Rp500 ribu sebulan. Alasannya sederhana: biar bisa internetan gratis, sekaligus belajar gratis.

Satu artikel yang mengubah arah.

Di sela jaga warnet, satu artikel mengubah arah hidup saya — rangkaian judul seperti “Online Marketing Will Change Everything” dan “Businesses That Don’t Go Online Will Be Left Behind.” Muncul pertanyaan sederhana di kepala saya: kok bisa orang percaya beli produk dari orang yang tidak pernah mereka temui?

Belajar dari kegagalan.

Dari rasa penasaran itu, saya nekat coba-coba. Blogging, Google AdSense, paid to review, affiliate marketing produk luar negeri, sampai jadi dropshipper — semua saya jalani sambil gagal berkali-kali. Tidak ada yang instan. Tapi dari proses itu, ada satu pelajaran yang bertahan sampai sekarang:

Kalau kamu tulus membantu orang lebih dulu, hasil akan menyusul dengan sendirinya.

Membangun komunitas, bukan sekadar audiens.

Tahun 2014, bersama Kang Dewa Eka Prayoga, saya ikut membangun komunitas “Jago Jualan” — kini beranggotakan ratusan ribu orang. Newsletter yang saya kelola tumbuh jadi 30.000+ subscriber dengan open rate 40%+, dibangun bukan dari strategi rumit, tapi dari konsistensi menjawab pertanyaan sekecil apa pun dan tidak pernah memaksa orang membeli.

Dari komunitas ke kampanye yang menang.

Dari sini, kepercayaan itu membawa saya memegang mandat yang lebih besar: merancang dan mengeksekusi kampanye digital untuk pemilihan ILUNI FKM UI, ILUNI UI, dan IKASTARA — dan ketiganya menang. Pengalaman ini jadi bukti bahwa skill yang sama untuk membangun komunitas dan kepercayaan online, bisa dipakai untuk memenangkan kontestasi yang butuh strategi digital serius.

Membangun dari nol.

Saya juga co-founder Superlatif.id, startup edutech yang dibangun dari nol, dan saat ini dipercaya mengelola aset digital dan brand di Priority Group.

Fokus sekarang.

Sekarang, fokus saya ada di membangun Heyzul.id sebagai ekosistem edukasi untuk solopreneur dan digital marketer Indonesia, sekaligus menjalankan Superlatif, Fondasi.id, dan berbagai proyek yang menggabungkan digital marketing, AI productivity, dan pengembangan produk digital.

Misi ke depan.

Ke depan, misi saya sederhana: membantu lebih banyak solopreneur dan bisnis Indonesia membangun sistem kerja dan bisnis digital yang lebih cerdas — dengan bantuan AI, tanpa kehilangan sisi manusiawi di prosesnya.

Di meja kerja

Yang sedang saya kerjakan

Co-founder

Superlatif ↗

Platform belajar untuk orang yang sedang mempersiapkan Kedinasan, PTN, CPNS, dan beasiswa luar negeri.

Lead Digital Brand Strategist

Priority Group ↗

Brand app, website, SEO, content, campaign, dan digital brand di salah satu ekosistem pendidikan di Indonesia.

Penulis

Heyzul

Tempat saya menulis, berbagi yang saya tahu, dan mendokumentasikan perjalanan sebagai founder dan builder.

Selalu ada

Eksperimen kecil

Website, digital tool, AI workflow, atau produk kecil — dibuat karena penasaran: apakah ide ini bisa jalan?

Perjalanan sejauh ini

Belajar, membangun, lalu mengulanginya lagi.

Bukan garis lurus. Ini rangkaian pekerjaan, eksperimen, dan keputusan yang membentuk cara saya bekerja hari ini.

  1. Fase warnet

    Saya banyak belajar dari internet, membaca artikel, mencoba blogging, SEO, AdSense, affiliate, dan berbagai cara orang menghasilkan uang dari internet. Banyak yang gagal, tapi dari sini fondasi berpikir digital saya mulai terbentuk.

  2. PT Netpolitan Cipta Cakrabuana

    Mulai masuk dunia profesional sebagai Instructional Designer / Storyboard. Saya belajar menyusun alur belajar, membuat konten digital learning, dan mengerjakan project untuk klien besar seperti Bank Mandiri, BRI, Danamon, BNI, CTBC Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, dan Bank Permata.

  3. Billionairestore & Jago Jualan

    Bergabung bersama Kang Dewa Eka Prayoga. Di sini saya belajar digital marketing lebih praktis: email marketing, community, sales funnel, trust building, dan menjadi salah satu mentor di komunitas.

  4. Membangun Jaskoko

    Membangun website e-commerce berbasis WooCommerce untuk produk fashion muslim. Saya belajar membuat website, menjalankan funnel, paid ads, dan menghasilkan penjualan dari sistem yang saya bangun sendiri.

  5. PT Infinity Global Inspiratif

    Menjadi Digital Marketing Manager. Fokus saya mulai lebih luas: strategi digital, web design, reseller, distributor, affiliate, dan campaign penjualan.

  6. Inspirator Academy

    Menjadi Digital Marketing Manager dan memimpin strategi digital serta pengembangan website bersama tim kecil.

  7. Mulai membantu Priority Group

    Bekerja sebagai SEO & Web Development Consultant dengan fokus di website, SEO, visibility, dan penguatan aset digital.

  8. Yukbimbel & JagoUTBK

    Menjadi co-founder dan mulai lebih dalam membangun produk edtech, e-learning, LMS, dan sistem digital untuk pendidikan.

  9. Eksper.co.id

    Menangani strategi digital dengan fokus pada optimasi performa online dan penguatan visibilitas brand.

  10. Digital Cerdas Berbagi & Bangun Kapasitas

    Menangani strategi digital, website, dan web design untuk industri consultant & training, termasuk project untuk Bank Jatim, Bank Jateng, Bankaltimtara, Bank Nagari, Bank Sumselbabel, Bank Bengkulu, dan BRK Syariah.

  11. Membangun Superlatif

    Membangun platform belajar untuk Kedinasan, PTN, CPNS, dan beasiswa luar negeri.

  12. Membangun Heyzul

    Membangun rumah untuk tulisan tentang building, growth, AI, dan thinking.

  13. Lead Digital Brand Strategist

    Menjadi Lead Digital Brand Strategist di Priority Group. Fokus saya ada di website, SEO, content, campaign, dan penguatan digital brand di ekosistem pendidikan.

Think clearly. Build smart. Stay human.

— Fadhli, Heyzul.id

Mulai dari satu langkah kecil.

Gabung newsletter. Satu ide setiap Jumat — kalau tidak relevan, berhenti dengan satu klik.