Menulis yang benar, bukan yang populer
Konten viral itu menggoda. Tapi kalau kamu mengejar yang populer, kamu menyerahkan kemudi ke algoritma. Ini cara saya memilih.
Ada godaan yang sama di setiap platform: tulis yang sedang ramai, dapat jangkauan, ulangi.
Masalahnya, "yang ramai" bukan kompas. Itu cermin — memantulkan apa yang sudah dipikirkan banyak orang.
Pertanyaan yang saya pakai
Sebelum menulis, saya tanya satu hal: apakah ini benar menurut pengalaman saya, atau cuma terdengar enak?
Kalau cuma terdengar enak, saya buang. Walaupun saya tahu itu bakal banyak yang suka.
Yang populer memberi kamu hari ini. Yang benar memberi kamu kepercayaan yang menumpuk selama bertahun-tahun.
Bukan berarti anti-tren
Saya tetap pakai tren — tapi sebagai pintu masuk, bukan isi. Ambil topik yang ramai, jelaskan lewat satu framework atau pengalaman nyata. Tren menarik perhatian; framework yang bikin orang menyimpan.